Taraksa, Teater Epik Vol. 5

Kembali lagi ke acara yang harus dihadiri peserta kuliah Creativity and Innovation 2013. Kali ini saya menghadiri event Teater Epik Volume 5: Taraksa yang bertempat di Dago Tea House, Bandung. Saya menonton teater Taraksa ini pada tanggal 27 Februari 2013 kemarin. Saya bersama teman-teman IF dan STI yang mengambil CI, pergi bersama menuju Teater Tertutup Dago.

Boleh dihayati artikel saya ini, supaya tergambar kira-kira acaranya seperti apa.

Taraksa

Awalnya pertunjukkan dijadwalkan mulai pada pukul 19:00. Ternyata di luar teater sudah sangat ramai dan penuh oleh pengunjung yang menanti pintu teater dibuka. Ini beberapa foto yang saya dapatkan sebelum pertunjukan:

Suasana yang Ramai

Suasana yang Ramai

Berbagai souvenir Taraksa.

Berbagai souvenir Taraksa.

Stand Makanan

Para pemain Taraksa berinteraksi dengan pengunjung dengan gayanya masing-masing di luar teater sebelum pertunjukan.

Pemain Taraksa sebelum Pentas

Tidak lama akhirnya pintu teater terbuka dan kami segera menempati kursinya masing-masing. Terdapat tiga kelas dalam pertunjukan ini yaitu Ahimsa, Kaki Langit, dan Kerajaan Bulan dengan tarif yang berbeda serta pengalaman yang berbeda juga. Kebetulan kami menonton yang di Ahimsa.

Penggiat seni teater terdiri dari mahasiswa dan siswa sekolah yang ada di Bandung seperti ITB, UNPAR, ITENAS, UNISBA, UNPAD, UPI, IT Telkom, SMAN 1, SMAN 15, dan SMAN 19. Taraksa ini merupakan pementasan Teater Epik yang ke-6.

Saya melihat booklet yang diberikan dan mencari tahu seperti apa sih cerita Taraksa itu. Secara singkat ceritanya sebagai berikut: Taraksa merupakan seorang pria dari suku Ahimsa. Pada suatu ketika, Taraksa diajak berdansa oleh seorang wanita bernama Chiandra. Chiandra wanita yang cantik namun Taraksa menolak dansa dengannya, walau sejujurnya dia suka sama Chiandra. Tidak disangka-sangka, Chiandra ternyata menjadi kurban sukarela untuk Kerajaan Bulan lalu dia pergi. Taraksa pergi mencari Chiandra. Dalam perjalanannya, ia harus pergi melewati lapisan-lapisan langit dan mengambil pelajaran-pelajaran dari masing-masing lapisannya. Sayangnya, ketika Taraksa akhirnya melihat Chiandra, ia tidak bisa membawanya kembali.

Tirai dibuka dan pertunjukkan mengenai Taraksa dimulai. Kami tidak diperkenankan menggunakan alat elektronik apapun selama teater berjalan. Saya mengapresiasi dengan kostum yang mereka gunakan dan properti yang disiapkan selama pertunjukan berlangsung.  

Teater Epik vol. 5

Monster Besar

Yang paling menarik adalah monster yang sangat besar, bisa ditonton di video di bawah.

Sebelum mulai pertunjukan.

Suasana sebelum Pertunjukan.

Cerita Taraksa yang dikemas dengan cantik membuat penonton seakan-akan terhanyut dalam cerita. Beberapa kali pemain di Taraksa berlalu-lalang melewati kursi penonton dan sedikit berinteraksi dengan penonton dalam pertunjukan. Menurut saya hal itu cukup kreatif. Ketika berlangsung juga beberapa kali latar belakang cerita digambarkan dengan bantuan proyektor dan memancar ke atas, membuat penonton semakin terhanyut dalam cerita.

Aurora.

Aurora pada Langit-langit Gedung

Cerita berakhir. Sungguh ending yang menyedihkan. Berakhirlah pertunjukan Taraksa, Teater Epik Vol. 5 tersebut.  Berikut cuplikan video yang didapatkan:

referensi : http://andikamediputra.wordpress.com/2013/03/05/resume-taraksa/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s